Bikepacking : Bosan Bersepeda di Kota? Mulai Jelajahi Indonesia

Bikepacking menjadi pilihan yang menyenangkan bagi penikmat bersepeda. Jika sudah bosan bersepeda di dalam kota, bisa lakukan bikepacking bersama komunitas atau bahkan keluarga. Bikepacking menjadi asik karena sama saja dengan melakukan bike touring, backpacking, bahkan hiking ringan, dengan membawa peralatan bermalam seperti tenda, logistik, dan makanan yang dibebankan pada bagian belakang sepeda. Namun, sebisa mungkin berat beban yang dibawa dimaksimalkan seringan mungkin agar tidak menjadi penghalang dalam mengayuh. Apalagi, jika jalur bikepacking  yang dilewati adalah pegunungan, maka akan sering berkelok dan menanjak. Jadi bawalah barang secukupnya.

Biasanya, jalur bikepacking melewati beberapa trek yang berbeda. Dari aspal, bebatuan, dan tanah. Hal ini tergantung pada tujuan bermalam bikepacking. Misalnya, bikepacking selama 3 hari dari Bandung menuju Pantai Pangandaran. Pangandaran dengan jarak tempuh sekitar 300 km dari Bandung, jalur yang ditempuh tak harus jalan provinsi namun bisa melewati jalan lokal dengan menyusuri sungai, melewati jalan hutan, dan perkebunan. Tentu saja jalan alternatif ini akan menuntun untuk mengeksplorasi alam yang lebih indah dibandingkan dengan bertemu dengan bus, truk, dan kendaraan motor lainnya.  Selain itu, melewati desa dan bersosialisasi dengan penduduk lokal menjadi bonus tambahan dalam perjalanan.

SEPEDA YANG COCOK

Sepeda yang digunakan untuk bikepacking adalah MTB atau sepeda gunung. Dilihat dari jalur yang dilewati, dalam bikepacking seringnya menggunakan track single, perkebunan, dan jalan lokal. Sehingga sepeda gunung akan lebih cocok untuk membawa beban dan melewati trek yang sulit tersebut. Bagi bikepacker yang antusias dengan perjalanan, biasanya akan mengupgrade sepeda mereka agar lebih nyaman dipakai dengan menambahkan beberapa aksesoris atau mengganti bagian sepeda.

GEAR YANG DIBAWA

Barang yang dibawa sama saja dengan logistik backpacking termasuk tenda, sleeping bag, kompor, penerangan, dan barang penting lainnya. Bedanya, dengan bikepacking maka barang tidak dibawa dengan tas yang membebani punggung, namun di taruh serendah mungkin pada sepeda. Karena bikepacking, maka tambahan gear untuk keamanan sepeda juga perlu dibawa. Misalnya, helm dan kit perbaikan sepeda. Apalagi jika perjalan panjang, maka perlu membawa pelumas, rantai, dan kunci untuk memperbaiki atau mengamankan setting sepeda.

TIPS BIKEPACKING 

Saat berkendara, paculah sesuai dengan kondisi stamina, jika membutuhkan istirahat panjang maka istirahatlah. Pada jalur menurun, perlu berhati-hati pada kecepatan. Jangan sampai hilang kendali pada tikungan selanjutnya. Dalam membawa beban, gunakan konsep ultralight, yaitu menggunakan barang barang yang memiliki beban ringan. Sebisa mungkin kurangi beban pada sepeda dengan tidak membawa banyak barang, namun tetap tidak mengorbankan kenyamanan dan keamanan. 

DAERAH POPULER BIKEPACKING

Berita baiknya, tinggal di Indonesia menjadikan momen bikepacking ini lebih nikmat. Banyak pulau di Indonesia yang bisa di eksplore untuk dijadikan tujuan bikepacking. Dari segi budaya, makanan, bahasa, pemandangannya, dan jenis kondisi lintasan jalan. Pulau Bali, Pulau Sumba, Kota Malang, dan Flores menjadi jalur indah yang bisa dijadikan destinasi bikepacking. Biru langitnya, biru samudera, serta pegunungan selama perjalanan menjadi daya tarik para bikepacking lokal maupun  internasional. 





Leave a comment

All comments are moderated before being published