Bersama Jeruji, Melecut Spirit Melalui Lirik

Jeruji, sebagai band hardcore punk Indonesia yang identik dengan musik bertempo cepat dan menyuarakan perjuangan melalui lirik yakni tentang  spirit perjuangan (hidup) dan sosial politik. 

Dibentuk 30 September 1996 di Bandung, awalnya band ini berdiri dengan nama Mutant X yang kemudian diganti dengan nama Jeruji. Dalam seleb.tempo.co dengan artikel Band Jeruji Siapkan Album Baru untuk Konser Eropa 2019, bahwa musik Jeruji banyak dipengaruhi band punk generasi kedua dan juga UK’82, seperti Chaos UK, Varukers, GBH era awal dan Discharge. 

Konser Keliling Eropa

Di tahun 2019 lalu, Jeruji meluncur kembali dalam tur keliling Eropa seperti yang mereka lakukan di tahun 2017 yakni ke 21 tempat. Bertempat di Jerman, Hungaria, Belgia, Perancis, Polandia, Austria, Czech. Dalam prosesnya (Tour 2017) mereka mendapat dukungan salah satunya yakni dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) untuk tiket perjalanan Indonesia-Eropa-Indonesia pada personel mereka. 

30 september 1996, menjadi sejarah dalam perjalanan Jeruji menjadi lebih matang. Sudah 14 tahun dalam perjalanannya, Jeruji selalu hebat dengan musikalitas serta lirik mereka yang selalu melecut semangat hidup, dan kritis terhadap fenomena sosial politik. 

Tapak Jejak

1997- Meniti panggung musik dengan mengusung musik Punk Hardcore dan mulai melakukan kompilasi klasik yang bertajuk Bandung’s Burning yang diproduksi oleh Riotic Records

1997- Menerima ajakan untuk melakukan kompilasi album yang diproduksi label Tian An Men 89 Records dari Perancis yakni dengan lagu Pianjingeun. Album ini diwujudkan dalam bentuk piringan hitam ukuran 7 inci yang kemudian didistribusikan ke Perancis dan Eropa secara independen. 

1998- Selama underground 2 tahun, album perdana Jeruji yang diproduksi secara independen dengan judul Freedom rilis oleh 41 Recs Bandung 

1998-  Melalui single berjudul Broken, Jeruji kembali terjun dalam album kompilasi yakni Album Brain Beverages oleh Harder Recs Bandung

1999- Perusahaan rekaman Jepang yakni All System Fail merilis album kompilasi dengan Jeruji. Pianjingeun mengisi kompilasi tersebut, dan bekerja sama kembali dengan Tian An men 89 Recs. Album kompilasi tersebut kemudian didistribusikan dalam bentuk Compact Disc.

1999- Di Indonesia, bersama ISA (Indonesian Skateboarding Association) dan Spills Records  membuat sebuah kompilasi yang bertujuan untuk mendukung kancah skate Indonesia. Melalui keuntungan kompilasi Drunk With Powers, A ticket Ride & Quota Benefit for Local Skatepark, Jeruji ikut andil dalam perkembangan skate dengan membuat skatepark

2000- LAWAN sebagai album baru Jeruji dirilis oleh Napi Recs 

2001- Live Recording bersama penonton yang pertama ada di Indonesia. Ide ini diwujudkan dengan melibatkan band pionir dan label independen Bandung. Dago Tea House menjadi tempat live recording '4 Harvest Live Recording', yakni bersama Puppen, Forgotten, dan Blind to See

2003- Merampungkan album ketiga dengan formasi Aldony ‘Them Fuck’, Heru, Robby, Sanny, dan Opick

2004- Bersama perusahaan rekaman independen, melakukan kontrak dan merilis album ketiga yakni “3rd” yang dirilis secara eksklusif oleh Subciety Records yang berisi 13 lagu. 

Perjalanan Jeruji makin bertambah panas dengan mulai melakukan rilis video klip pertama yakni LAWAN. Namun, dalam perjalanannya, kursi vokalis harus mengalami pergantian yang kemudian disi oleh Ginan.  Namun beberapa tahun bersama, kabar duka hadir ditengah Jeruji dengan kepergian Ginan di tahun 2018 silam. Meski pada saat itu, sang Vokalis juga masih aktif untuk mempersiapkan album terbaru mereka. 

Kampanye Hak Kemanusiaan: Indonesia Tanpa Stigma dan “Support. Don’t Punish” 

Lalu, di tahun 2019 Jeruji merilis album dengan judul Satu Barisan. Tetap membawa semangat Ginan sebagai seorang vokalis dan manusia yang selalu menyerukan hak-hak kemanusiaan. Album ini sebagai perpanjangan tangan Ginan dalam bersuara, serta sebagai peran Jeruji dalam ikut andil mengkampanyekan Indonesia Tanpa Stigma.

Dengan kepergian Ginan, kursi peran vokalis sempat kosong karena masih mencari warna yang cocok yang bisa menggambarkan Jeruji dan album Satu Barisan. Dalam prosesnya, Jeruji memutuskan memilih Rangga menjadi vokalis pada album Satu Barisan. Album ini merupakan album penuh ke enam yang perilisannya digawangi oleh perusahaan rekaman Grimloc Records yang berasal dari Bandung.  Album ini berisi 11 lagu, yang dibawakan oleh formasi anyar, yakni Sanny (drum), Rangga (vokal), Ichad (gitar), Pengek (bas),  dan Andre (gitar).

StayCool Ikut Berperan

StayCool, melalui keahliannya, membantu visualisasikan Jeruji dalam sebuah gambar melalui media kaos kaki. Membantu untuk sebarkan semangat Jeruji pada publik StayCool serta membantu basis penggemar Jeruji untuk bisa melengkapi koleksi Jeruji.

 

Satu mimpi satu barisan. Dan kami akan berlipat ganda

-Satu Barisan, Jeruji

 




 

Leave a comment

All comments are moderated before being published