StayCool x Street Vision: Semangat #Pulsitive Melalui DIY Masker Knit

Dengan banyaknya waktu di rumah saat pandemi, apalagi bagi yang melaksanakan WFH atau bekerja dari rumah, biasanya orang-orang mulai meluangkan waktu untuk mengerjakan hal baru seperti DIY atau Do It Yourself. Bahkan, beberapa waktu belakangan ini, banyak yang menunjukan hasil DIY mereka melalui media sosial. Dari DIY pakaian, vas bunga, tempat kosmetik, kotak serbaguna, slime, atau lilin aromatherapy. Barang-barang yang mereka buat sendiri di rumah dengan kreatifitas tangan sendiri, biasanya dengan bangga disuguhkan dan diupload di Instagram, sehingga membuat banyak orang mengikuti trend tersebut. 

Dengan begitu, banyak berseliweran kreasi-kreasi hasil dari #dirumahsaja seperti bercocok tanam, memasak, membuat pernik, dan lainnya. Dan, seiring semakin lamanya pandemi, kini semakin banyak akun DIY di media sosial. Tidak hanya Youtube dan Instagram saja, tetapi juga di TikTok, termasuk akun personal yang selalu mempublikasikan hasil DIY mereka.

Let's Do It Yourself

Namun, apakah bisa dikatakan bahwa semua barang yang dibuat dirumah dengan ide dan kreasi sendiri termasuk dalam DIY? Untuk lebih jelasnya, istilah Do It Yourself atau DIY adalah kegiatan membuat suatu barang dengan kreasi sendiri tanpa membutuhkan seorang profesional atau artisan. Contohhnya, dibanding membeli lilin aromatherapy di toko, lebih memilih membuatnya sendiri di rumah tanpa bantuan seorang yang profesional dibidang tersebut. Melakukan DIY tak harus dengan ide sendiri, bisa juga dengan cara melihat tutorial di blog ataupun di Youtube. Selain itu, media sosial lainnya juga banyak sekali memberikan inspirasi dan cara DIY yakni seperti instagram dan juga TikTok sebagai media sosial yang sedang digemari kalangan luas.

Sekarang, DIY atau Do It Yourself semakin melebar definisinya, yakni hal apapun dalam melakukan sendiri, baik membuat memperbaiki ataupun modifikasi, seperti memotong rambut sendiri, membuat kue, menjahit baju sendiri, bahkan sampai perihal mengelola investasi pribadi.

Semakin populer DIY, maka makin banyak yang mulai memanfaatkan barang lama atau yang ada di sekitar, lalu membuatnya menjadi barang bernilai baru dan memiliki manfaat baru. Bahkan, melalui hobi baru DIY seperti ini, bisa menciptakan ide bisnis seperti merangkai bunga, membuat aesthetic box untuk packaging, dan lainnya. Tak hanya untuk mengisi waktu luang saat #dirumahsaja tetapi juga bisa menambah uang jajan untuk anak muda.

Tak hanya orang-orang di media sosial saja dalam berkreasi dan berinovasi pada hal kreatif, StayCool juga turut melakukan DIY konsep pada produk kaos kaki StayCool yang unik pattern dan warnanya. Lalu, terbayangkah bagaimana StayCool merubah  pattern unik kaos kaki mereka?

StayCool x Street Vision

DIY tak hanya dilakukan oleh seorang, tapi juga bisa bersama dengan teman. Seperti halnya StayCool berkolaborasi dengan Street Vision dalam memanfaatkan dan merubah barang yang ada disekitar, yakni kaos kaki. Melalui kaos kaki, banyak hal yang bisa dibentuk. Namun, sesuai dengan keadaan dan suasana masa kini, membentuknya menjadi masker menjadi jawaban yang tepat. Apalagi, membuatnya menjadi barang baru yang  mempunya nilai guna berbeda akan lebih  bermanfaat.

Proses DIY StayCool bersama Street Vision bisa disaksikan dalam video di bawah ini. Dalam video tersebut, hasil DIY dari kolaborasi apik ini adalah masker dari kaos kaki utuh yang kemudian disulap menjadi KNIT MASK.

Masker seri ini memang berbeda dari seri Cool Mask lainnya, terutama pada desainnya. Dengan menggunakan rajutan kaos kaki yakni pada seri kaos kaki Raid, Dark Relief, dan juga Slim. Kemudian, digabungkan dengan bahan Cotton untuk bagian lapisan dalam dan juga interlining, untuk membuat masker tetap adem dan nyaman untuk bernapas. Menggunakan 3 lapisan, membuat Knit Mask siap untuk menemani keamanan dan kenyamanan selama berkegiatan.

 

Stay Safe, and Let's do DIY things!

Leave a comment

All comments are moderated before being published