StayCool X Hellcrust: Album Baru dan Kolaborasi yang Seru

Kami, StayCool Team, berkesempatan untuk menemui personil Hellcrust saat mereka menyambangi Bandung dalam rangka rangkaian peluncuran album terbaru mereka. Setibanya di tempat yang direncanakan, kami saling bersapa sederhana dengan bertanya kabar dan perjalanan Jakarta-Bandung. Disambung mengobrol santai mengenai album baru kali ini yang beda dari peluncuran biasanya, yakni sebagai peluncuran album virtual pertama yang dilakukan Hellcrust. Dalam obrolan tersebut, dibuka dengan berkenalan dengan vokalis baru Hellcrust yang mengisi album Sejawat kali ini. Untuk lebih rincinya, simak obrolan StayCool Team bersama Hellcrust yang dinarasikan di bawah ini.

Sejawat : Apresiasi Akan Kontribusi

Bertempat di ruangan rehat personil Hellcrust, mereka secara bergantian menceritakan bagaimana album Sejawat memakai diksi ‘sejawat’ sebagai judul terbarukan. Mereka menyatakan bahwa alasan menentukan ‘Sejawat’ sebagai album kali ini karena karib selama perjalanan musik Hellcrust sudah menjadi keluarga tersendiri. 

"Sejawat itu kayak rekan-rekan, kayak aku sama dia (personel) bertahun-tahun main band, dan rekan yang berjuang di skema musik sampai detik ini. Begitu juga dengan Balamaut, fanbase kita, itulah ‘Sejawat’. Selain itu, Jafra membuat konsep sejawat yang merupakan album terakhir dia di Hellcrust. Bisa dikatakan juga, ‘Sejawat’ sebagai resensi “angkat topi dan salut atas semua dedikasi” dia. Jadi,  album sejawat memang didedikasikan untuk semua rekan sejawat."

Saat menjelaskan pada kami, mereka saling melengkapi pernyataan bahwa sejawat memang begitu penting bagi mereka, dengan Jafra yang tidak bisa bersama dengan Hellcrust kembali, maka “sejawat” menjadi apresiasi besar akan kontribusi pada rekan dalam  menggaungkan setiap diksi dalam setiap penampilan. 

Album yang Rampung

Dalam obrolan kami, Hellcrust juga mengungkapkan serba serbi kendala yang dihadapinya. Salah satunya memang Korona. Mereka mengatakan bahwa meski kondisi sudah menerapkan new normal, namun bukan berarti normal dengan peluncuran album di panggung bersama penonton dan kerumunan.

"Kalau album sih digarap 2018 dan rampung 2019 akhir. Di tahun 2020 bagian rekaman juga sudah final. Lalu April lalu, yakni tepatnya 19 April 2020 akan rilis dengan  konsep yang final dan sudah ada band pembuka. Nah, lalu ada pandemi yang akhirnya diundur.  Akan tetapi, ditetapkan untuk rilis yakni di tanggal 27 Juni 2020 karena kalau menunggu sampai kapan pandemi berakhir kan kita ga tahu. Jadi, digarap ulang konsep launching albumnya dan  bikin showcase tanggal 7 Agustus lalu secara virtual, dan salah satunya yakni mendapat support dari StayCool."

Selain lirik dan penampilan yang keren dari Hellcrust, sudut pandang yang mereka terapkan juga membuat Hellcrust menjadi band yang mantap. Dibanding kendala, mereka lebih nyaman dengan menyebutnya sebuah tantangan dalam pengerjaan albumnya. 

Konsep Showcase

Hellcrust pun sama, bahwa semakin sempurna jika bisa meriah bersama dalam peluncuran album barunya. Namun, pandemi memang tidak bisa memungkinkan untuk bertegur sapa. Sehingga, konsep virtual menjadi pilihan terbaik untuk showcase kali ini. 

"Kalau pandemi berakhir, tentu saja harus bisa dipanggung sebenarnya."

Selain Hellcrust, semua orang juga mendambakan untuk bisa berkegiatan seperti biasa. Meski begitu, melalui showcase,  Hellcrust tetap bisa memberikan kemeriahan meski jarak menjadi sebuah tantangan. 

Virtual Pertama, Semoga Bisa ‘Live Selanjutnya

Melalui peluncuran album kali ini, memang menjadi konser virtual pertama dalam sejarah peluncuran album baru Hellcrust. Meski momen yang direncanakan yaitu bisa bersama dengan para Balamaut di sana, sayangnya pandemi datang tiba-tiba dan membuat semua perencanaan diganti konsepnya. Meski begitu, album memang harus diluncurkan dan virtual menjadi konsep yang lebih aman.

"Untuk momennya memang sudah direncanakan sekaligus mengenalkan vokalis baru di album baru ini. Namun beberapa bulan sebelumnya, pandemi ini sangat mempengaruhi eksekusi. Karena memang sudah saatnya untuk diluncurkan, akhirnya tetap berjalan  dengan konsep showcase secara virtual." 

Filosofi Cover Album Sejawat 

Setelah diselingi dengan obrolan kendala dan perjalanan dalam mendapat vokalis anyar, berbicara album cover terbaru juga tidak dilupakan. Seperti yang kita tahu, bahwa pada album sebelumnya sebuah topeng kalamaut menjadi simbol. Lalu untuk album kali ini, topeng tersebut bertransformasi sepenuhnya menjadi sebuah muka atau wajah yang utuh. Seakan topeng tersebut menjadi kepala manusia utuh, filosofi dibalik kepala dan wajah pada album kali ini selaras dengan sejawat yang sudah melebur menjadi keluarga yang mempersatukan  Hellcrust. 

"Jadi album kedua di 2016 udah punya ikon topeng kalamaut, yang esensinya bisa dikatakan sih mencerminkan apapun perasaan atau situasi dan kondisi kita. Bisa amarah, senyum, atau bahagia. Nah di album terbaru ini bukan lagi topeng tapi sudah menyatu di mukanya. Yang nantinya bisa dipakai para fans saat kita manggung. Kalau di luar ada Slipknot kalau di sini ada Hellcrust." 

Perubahan cover album diinterpretasikan sosok manusia yang utuh, bukan hanya topeng saja. Dan kini, menjadi bagian Hellcrust dan akan selalu ada kedepannya. Bisa dikatakan, topeng ini sebagai simbol Hellcrust dan direalisasikan secara wujud oleh StayCool. Jadi, ketika Hellcrust manggung, mereka dan fansnya bisa memakai topeng. 

Pandemi, Berarti Berhenti ?

Selain menjadi kendala untuk beberapa kegiatan, masa pandemi ini juga berpengaruh dengan kesibukan bahkan keadaan seseorang. Tak bedanya dengan personel Hellcrust yang menyatakan bahwa pada awal Korona juga diam untuk tidak melakukan apa-apa. Menunggu di rumah saja untuk tetap aman. Bahkan personel lain juga menambahkan bahwa awal Korona mereka juga tak tahu harus bagaimana, namun setelah lama mereka tidak mungkin untuk bergantung pada keadaan sehingga mulai kembali untuk beraktivitas meski dirumah saja. 

"Awalnya memang begitu, tapi kita malah sangat produktif banget ya, kita malah capek syuting daripada manggung." 

Menurut mereka, pandemi bukan menjadi alasan, melainkan waktu yang cukup luang untuk kegiatan maksimal.  Setidaknya mereka sadar untuk menghajar kesuntukan dengan kembali berkegiatan dengan aman. 

Mengulik Sumber Inpirasi Lirik 

Berkenaan dengan lirik, seperti yang bisa dilihat dan dibaca di booklet album, lirik Hellcrust  bersinggungan dengan kritik sosial. Seperti kritik kepada netizen yang menggunakan smartphone namun tidak smart. Selain kritik, lirik dalam album mereka juga menyuarakan tentang dedikasi. 

"Makannya sejawat tuh kayak dedikasi kita ke Balamaut, Balamaut ke kita, dan dedikasinya Jafra. Bahkan secara luas, dedikasi ke komunitas dan siapapun yang menjalani bidangnya dengan konsisten, dan ‘berdarah’. Balik Lagi dengan Sejawat, liriknya memang bisa  multitafsir dan bisa untuk semua." 

Energi Positif Untuk Balamaut 

Menuju akhiri obrolan, Hellcrust berpesan khususnya untuk Balamaut bahwa jangan jadikan masa pandemi ini untuk bersedih atau tidak melakukan apapun. Meski dirumah saja, usahakan untuk berkegiatan seperti biasa. Korona memang membuat panik, membuat kecewa, dan susah semuanya. Namun jika lama kelamaan menikmati dan terbawa suasana, maka hidup hanya akan menjadi abu saja. Setidaknya, dalam video yang terlampir di bawah ini, ia sadar dan menumpahkan energinya untuk lebih produktif dan berlatih kembali dan menikmati setiap detiknya sembari melakukan kecintaannya. Dalam hal ini, meski kita tidak bersama namun tetap bisa berkegiatan seperti biasa.Dari obrolan tersebut, kami juga sekaligus berkenalan dengan crew yang menemani perjalanan untuk persiapan konser virtual ini.  Tanpa mereka, konser juga tidak bisa berjalan sempurna. 

Selain bersapa dan ngobrol santai, tim StayCool juga berkesempatan untuk mendapatkan tanda tangan pada album Hellcrust terbaru serta melakukan photoshoot untuk keperluan StayCool x Hellcrust yang bisa dijadikan koleksi sekarang juga. Dari album, kaos kaki, dan topeng  yang telah bermanifestasi dan hadir dalam album Sejawat kali ini.

Leave a comment

All comments are moderated before being published